Kamis, 28 April 2011

Remaja kah kamu???

Bismillah..
Assalamualaikum..

siapa yang gak mau kalo masa remajanya terulang lagi?! tentunya dari kakek nenek sampai ibu bapak bahkan  om tante kita juga mau banget klo masa remajanya bisa keulang lagi. apalagi kalo masa-masa SMA yang diulang. ya gak?!

masa-masa paling indah adalah masa remaja, masa dimana sedang sibuk-sibuknya, bingung-bingungnya dan pusing-pusingnya mencari jati diri (identitas diri yang sesungguhnya).

nah, mungkin kita asyik-asyikan aja bilang "gw remaja lho. gw masih muda". (lho... tau darimana klo lo itu remaja?) "jelaslah gw tau. kan yang namanya remaja itu teenage alias usia nya masih belasan".

ohyaaa??? lalu remaja itu sebenernya apa sih???

memang sulit untuk mendefinisikan remaja secara mutlak, tapi ada beberapa pengertian remaja nih yang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Seperti :

1. Remaja Menurut Hukum
konsep tentang remaja sebenarnya bukan berasal dari bidang hukum. Namun berasal dari bidang ilmu-ilmu sosial. Seperti antropologi, sosiologi, psikologi, dan paedagogi. Tapi masalah remaja baru menjadi pusat perhatian ilmu-ilmu sosial dalam 100 tahun terakhir ini. Dalam hubungan dengan hukum, tampaknya hanya undang-undang perkawinan saja yang mengenal konsep "remaja" walaupun tidak secara terbuka. Usia minimal untuk suatu perkawinan disebutkan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria (pasal 7 Undang-Undang No. 1/1974 tentang perkawinan). Walaupun undang-undang menganggap bahwa mereka yyang berusia diatas 16 (untuk wanita) dan 19 (untuk pria) sebagai bukan anak-anak lagi, namun mereka masih belum dianggap dewasa secara penuh. Waktu antara 16 dan 19 tahun sampai 22 tahun ini disejajarkan dengan pengertian "remaja" dalam ilmu-ilmu sosial.

2. Remaja Ditinjau dari Sudut Perkembangan Fisik
Seorang anak dikatakan  sudah mengalami masa remaja disaat pembentukan organ-organ tubuhnya dan alat-alat kelamin khususnya telah terbentuk secara sempurna (pematangan fisik). Pematangan fisik ini biasanya berjalan kurang lebih 2 tahun dan biasanya dihitungi dari menstruasi pertama pada anak perempuan atau sejak pertama kali anak laki-laki mengalami mimpi basah.
Masa 2 tahun ini dinamakan masa "pubertas" Pada usia berapa persisnya masa puber ini sulit ditetapkan. Karena cepat lambatnya menstruasi dan mimpi basah sangat tergantung pada kondisi tiap individu.


3. Batasan Remaja Menurut WHO
a. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda seksual sekundernya (misalnya, pada anak perempuan pinggul akan membesar, pada anak laki-laki tumbuhnya kumis), sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
b. Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
c. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri. (Muangman, yang dikutip oleh Sarlito, 1991 : 9)


4. Remaja Ditinjau dari Faktor Sosial Psikologis
Pada masa remaja terjadi perkembangan jiwa yang disebut Entropy. Entropy adalah keadaan di mana kesadaran manusia belum tersusun rapi. Walaupun isinya sudah banyak (pengetahuan dan perasaan) namun isi-isi tersebut belum bisa dipergunakan secara maksimal. Selama masa remaja, kondisi entropy ini akan disusun secara bertahap, akan diarahkan, dan kembali distrukturkan, hingga lambat laun akan terjadi kondisi "negative entropy" atau negantropy, yaitu kondisi dimana isi kesadaran itu akan tersusun dengan baik dan saling memiliki keterkaitan dan dapat dipergunakan secara maksimal tanpa perlu lagi dibimbing untuk bisa mempunyai tanggung jawab dan semangat kerja yang tinggi.


5. Definisi Remaja untuk Masyarakat Indonesia
Menurut Sarlito (1991), tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Hal ini terjadi karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, adat, tingkatan sosial ekonomi yang berbeda-beda.
Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah. Pertimbangan-pertimbangannya adalah sebagai berikut :
a. Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda syarat seksual sekunder mulai tampak (kriteria fisik)
b. Dibanyak masyarakat Indonesia, usia 11 tahun sudah dianggap akil balik, sehingga mereka tidak lagi memperlakukan mereka sebagai anak-anak (kriteria sosial)
c. Pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti tercapainya identitas diri (ego identity) (erik Erikson), tercapainya fase genital dari perkembangan kognitif (Piaget) maupun moral (Khohlberg)
d. Batas usia 24 tahun adalah batas usia maksimal, yaitu untuk memberi peluang kepada mereka pada batas usia tersebut menggantungkan diri pada orang lain. Namun kenyataannya banyak orang yang mencapai kedewasaannya sebelum usia ini.
e. Status perkawinan sangat menentukan, karena seorang yang berusia berapapun jika ia sudah menikah maka akan diperlakukan sebagai orang dewasa secara penuh, baik secara hukum maupun dalam kehidupan masyarakat dan keluarga.

nah, itulah sedikit informasi yang bisa saya bagi disini. Kenapa menginformasikan ini? karena jujur aja, saya tertarik pada materi Perkembangan Remaja di matakuliah ini, yaitu (Psikologi Perkembangan). Dan karena dosennya yaitu Pak Nasution yang walaupun sudah kakek-kakek secara usianya 70 tahun lebih tapi masih semangat ngajar, jalannya masih gagah dan wajahnya pun masih terlihat tampan. heheheh... ^.^"

Alhamdulillah..
Wassalamualaikum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar